Oleh: Naifa Alfath
Pertemuan para tokoh lintas agama di Jakarta lalu telah banyak mengungkapkan berbagai kebohongan pemerintah. Diantara terdapat berbagai pernyataan terkait berbagai kebohongan pemerintah di setiap segi kehidupan. Baik dari sisi politik, ekonomi dll. Tak dapat dipungkiri, keadaan negeri ini seperti sudah di ujung tanduk. Berbagai permasalahan pelik semakin mencuat ke permukaan. Mulai dari mencuatnya kasus Bank Century yang tak kunjung selesai, munculnya kasus Gayus Tambunan hingga menyeret berbagai persoalan lain seperti malfia pajak, malfia peradilan dan menunjukkan bagaimana rusaknya tatanan peradilan dan hukum di negeri ini.
Selain itu permasalahan negeri ini ditambah pula dengan kasus TKW yang nasibnya begitu teraniyaya. Ditambah sudah sering dalam ingatan kita berbagai permasalahan kemiskinan yang merajalela. Kita pun dapat melihat bagaimana ketika pemilihan umum diadakan para wakil rakyat dan pemerintah berupaya mengambil hati rakyat dengan berbagai janji-janji kesejahteraan dan perbaikan. Namun pada kenyataanya hingga sekarang tak sedikitpun kesejahteraan benar-benar dirasakan oleh rakyat negeri ini. Berbagai janji-janji pemerintah yang dulu digaung-gaungkan seakan seperti angin lalu yang sangat mudah hilang.
Berbagai permasalahan di negeri ini memang tak bisa hanya dikaitkan dengan kegagalan pemerintah dalam mensejahterakan rakyatnya. Namun tak terlepas dari sistem yang diterapkan oleh penguasa negeri ini. Sistem kapitalisme yang terus saja mencengkram negeri ini terus saja menggerogoti kehidupan umat yang terus menerus terhimpit. Penguasa yang tunduk pada sistem ini telah membuat dan menjadikan berbagai permasalahan di berbagai bidang muncul. Persoalan yang berdampak sistemik ini ini memang harus dituntaskan mulai akar permasalahannya.
Permasalahan yang terus menggunung ini tak pelak membuat berbagai ketidakpuasan masyarakat diberbagai elemen terus mencuat. Dari rakyat kecil, hingga para tokoh agama pun mulai berbicara akan kegagalan pemerintah di negeri ini. Sistem kapitalisme dan demokrasi yang diterapkan hampir di semua negara di dunia sesungguhnya dapat kita lihat tak satu pun yang benar-benar dapat membuat rakyatnya hidup sejahtera. Kita dapat belajar dari kasus Mesir dan Tunisia serta pergolakan di berbagai negara arab yang kini tengah hangat. Satu sisi yang perlu dicermati adalah perubahan atau revolusi sebenarnya tidaknya cukup dengan mengganti penguasa yang dulu berkuasa. Namun sistem yang rusak dan diterapkan penguasalah yang juga harus ditumbangkan.
Sesungguhnya Allah SWT telah menurunkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Islam adalah agama yang mulia dan dengannya kaum muslim pun akan mulia di dunia dan akhirat. Islam memberi solusi tuntas atas semua permasalahan kaum muslimin. Bahkan konteks Islam sebagai rahmatan lil alamin juga akan memberi kesejahteraan bagi kaum non muslim pula.
Islam menjawab dengan solusi tuntas penerapan hukum islam di setiap lini kehidupan. Penerapan ini tak lepas dari peran negara sebagai wasilah penegakan dan penerapan hukum Islam. Hal ini terbukti selama 13 abad penerapan islam dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah telah mampu terbukti mensejahterakan tidak hanya kaum muslim maupun non muslim. Hanya dengan kembali pada aturan Allah SWT sajalah Indonesia akan lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar