Kamis, 24 Maret 2011

Menyoroti Dampak Perubahan Alam Di dunia

Oleh: Naifa Alfath

Akhir-akhir ini suasana dunia tengah tertuju pada musibah gempa dan tsunami yang melanda Jepang pada 11 maret 2011 lalu. Dampak yang dirasakan merambah hingga meledaknya reaktor nuklir di Fukushima dan mengancam terjadinya radiasi nuklir yang berbahaya. Sebelumnya telah tercatat terjadi beberapa gempa bumi dan disusul tsunami dahsyat yang menimbulkan korban jiwa. Salah satunya pernah terjadi di tahun 1960 yaitu terjadi di negara Chili dengan kekuatan gempa 9, 5 skala richter, gempa bumi di Alaska pada tahun 1964 dengan kekuatan 9,2 skala richter, gempa bumi yang melanda lepas pantai barat Sumatra di tahun 2004 dengan kekuatan 9,0 skala richter dan merenggut sekitar 220.000 jiwa.

Keadaan gempa yang terus terjadi selain disebabkan berbagai hal diantaranya pergeseran lempengan bumi tidak dapat dipungkiri bahwa umur bumi sudah semakin tua . Sehingga terjadi berbagai perubahan. Perubahan keadaan dunia juga dapat dilihat dari perubahan iklim yang cukup ekstrim diantaranya pemanasan global. Pemanasan global adalah atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi.

Penyebab pemanasan global diantaranya adalah efek rumah kaca, berbagai gas buangan seperti CO2 . Sebagian panas matahari terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Menumpuknya berbagai gas buangan tidak dapat dipungkiri diakibatkan semakin banyaknya pengkonsumsian kendaraan bermotor berbahan bakar fosil serta munculnya pabrik-pabrik berdiri di dunia dan menghasilkan gas buangan.

Dampak pemanasan global diantaranya adalah iklim yang mulai tidak stabil, peningkatan permukaan air laut, suhu global cenderung meningkat, gangguan ekologis dll. Sumbangan sektor industri terhadap emisi gas rumah kaca mencapai 19,4%. Sebagian besar sumbangan sektor industri ini berasal dari penggunaan bahan bakar fosil untuk menghasilkan listrik atau dari produksi C02 secara langsung sebagai bagian dari pemrosesannya, misalnya saja dalam produksi semen. Hampir semua emisi gas rumah kaca dari sektor ini berasal dari industri besi, baja, kimia, pupuk, semen, kaca dan keramik, serta kertas.

Sektor industri memang mempunyai andil dalam munculnya efek pemanasan global. Terlebih sektor industri ada hampir diseluruh dunia. Dimana berbagai perusahaan terus mengeruk isi bumi untuk melaksanakan proses industri. Dampaknya juga dapat terjadi pada berbagai bencana alam yang melanda bumi salah satunya bencana banjir bandang di Pidie, NAD di akibatkan pembalakan liar.

Ulah tangan manusia yang terus menerus menghabiskan isi bumi tanpa memikirkan dampak di masa datang telah banyak merugikan manusia. Berbagai perusahaan terus mengambil keuntungan materi semata. Hal ini disebabkan ideologi kapitalisme yang terus bercokol di dunia ini. Cara pandang kapitalisme yang mengejar keuntungan materi semata tanpa memikirkan dampak kedepan telah merugikan umat manusia. Keadaan bumi yang sudah semakin renta ditambah berbagai ulah manusia yang merusak lingkungan yang menyebabkan berbagai masalah yang terjadi di dunia.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (TQS. Ar-rum :41)

Bercokolnya asas manfaat dan ideologi kapitalisme di setiap bidang yang menjadi akar permasalahannya. Sesungguhnya islam sebagai agama dan ideologi yang sempurna telah memberikan rambu-rambu yaitu Al-Qur’an dan assunah sebagai panduan hidup manusia dan tertuang dalam syariat Islam. Islam mengatur bahwa, penghargaan (pahala) dan hukuman (dosa) diformulasikan dengan baik dalam mengatur tingkah laku pemeluknya termasuk dalam hal pengelolaan lingkungan. Muslim yang menjaga lingkungan dan berlaku baik terhadap semua makhluk hidup akan mendapatkan ganjaran berupa pahala yang besar. Sebaliknya, mereka yang merusak lingkungan dan berlaku jahat terhadap makhluk hidup lainnya akan mendapat hukuman berupa dosa. Bentuk penghargaan dan hukuman tersebut dapat dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dituangkan dalam kebijakan dan peraturan-peraturan dalam masyarakat secara mandiri ataupun melalui campur tangan pemerintah. Sehingga peranan negara sangat penting dalam menuntaskan permasalahan ini. Hal ini telah terbukti ketika islam memimpin dunia dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah selama 14 abad lamanya.

Konferensi Rajab yang dilaksanakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia di bulan juli menyoroti berbagai permasalahan umat yang membutuhkan penyelesaian tuntas yaitu tidak lain kembali pada Islam dalam naungan syariah dan Daulah Khilafah Islamiyah. Salah satunya keadaan dunia yang terus terpuruk di masa kapitalisme sudah seharusnya berubah kembali menjadi tatanan dunia yang dikehendaki sang Pencipta melalui syariatNya.

Selasa, 15 Maret 2011

Antara Media dan Mahasiswa

Dampak media memang sangat terasa bagi masyarakat. Terlebih bagi mahasiswa yang bertitel agent of change. Informasi yang disuguhkan oleh berbagai media acapkali menimbulkan sudut pandang tertentu terhadap suatu masalah. Mahasiswa dengan titel agen perubahnya haruslah peka terhadap berbagai permasalahan yang tengah terjadi. Media cetak dan elektronik adalah salah satu sumber informasi yang paling mudah disentuh. Banyak media yang kesannya membuat suatu propaganda terhadap permasalahan tertentu. Akibatnya sangat mempengaruhi persepsi publik saat ini. Mahasiswa diharapkan tidak saja peka terhadap permasalahan sosial tapi juga harus cermat menilik akar permasalahan. Hingga kini media telah banyak dikuasai hegemoni para kapitalis. Efeknya persepsi publik pun turut berubah arah sesuai sudut pandang opini media kapitalis. Mahasiswa yang merupakan kalangan intelektual haruslah bisa mengkritisi persoalan ini, terutama para mahasiswa muslim.

Kehadiran media masa yang mengusung ideologi Islam sebagai tolak ukur permasalahan sangat penting keberadaannya. Tidak saja memberikan persepsi baru tapi juga membuka wahana opini syiar Islam ditengah masyarakat saat ini, khususnya masyarakat kampus. Adanya media seperti ini akan bisa memberi suguhan baru terhadap suatu permasalahan di lihat tolak ukur Islam. Banyak dari kalangan mahasiswa dan masyarakat sendiri tidak mengetahui bagaimana solusi Islam terhadap permasalahan bangsa saat ini. Sehari-hari mereka di warnai dengan sentuhan opini media ala kapitalis. Media Islam akan membawa perubahan terhadap berbagai sudut pandang ideologi saat ini. Kita akan melihat berbagai respon yang berbeda terhadap suatu permasalahan. Hadirnya dinamika merupakan salah satu bagian dari syiar ideologi Islam yang tidak saja membuka ruang gerak dakwah yang dinamis tapi juga mensyiarkan solusi islam di tengah hegemoni media kapitalis sebagai sebuah kekuatan opini baru di wilayah masyarakat kampus.

Paradoks Demokrasi


Kesejahteraan adalah hal yang sangat diidam-idamkan seluruh rakyat di berbagai negara di seluruh belahan dunia tak terkecuali di Indonesia. Tak ada satu orang pun yang tidak meimpikannnya. Kesejahteraan terasa sangat dibutuhkan masyarakat yang tengah dihimpit berbagai macam permasalahan. Namun tak dapat dipungkiri bayang-bayang kesejahteraan itu seakan sangat jauh dari harapan semua orang. Sejak bangsa ini merdeka hingga silih berganti pemerintahan yang dijalani sepertinya wujud nyata realisasi kesejahteraan ini semakin jauh dipelupuk mata semua orang.

Kesenjangan sosial sudah barang tak terelakkan. Walaupun saat ini pemerintah telah banyak menawarkan program peningkatan kesejahteraan namun dampaknya terasa begitu hambar. Seperti pendidikan gratis yang ternyata masih saja banyak kalangan masyarakat yang belum bisa menjangkaunya, belum lagi banyak mahasiswa yang harus semakin gigit jari dengan semakin melangitnya biaya kuliah setelah pengesahan UU BHP. Hal ini dari masalah pendidikan. Saat ini pun keadaan masyarakat masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan. Bahkan ada beberapa kalangan di masayarakat ini yang terpaksa memakan nasi aking hanya untuk bertahan hidup. Bayang-bayang kesejahteraan yang semakin jauh ini tak pelak membuat beban di pundak masyarakat semakin berat.

Sejak awal pemerintahan bangsa ini berdiri selalu kita diingatkan salah satu tujuan negara adalah memajukan kesejahteraan umum. Namun seakan surut dimakan zaman kesejahteraan tak pernah terwujud. Selama ini kita selalu didengungkan dengan mengatakan bahwa sistem di negara ini adalah sistem terbaik untuk negeri ini namun kenyataan di lapangan seakan membuat paradoks tersendiri bagi perjalanan bangsa ini. Kita sejak kecil menempuh pendidikan sekolah dasar selalu di dengungkan bahwa sistem demokrasi adalah sistem yang benr-benar mampu memberi kesejahteraan bagi rakyat. Namun hal itu pun ikut pula menjadi paradoks bagi perjalanan bangsa ini. Sejak diterapkannya sistem demokrasi ala Bung Karno, demokrasi pancasilanya Pak Harto hingga demokrasi yang dikatakan zaman reformasi tak pernah sekalipun kita dengar adanya kesejahteraan yang benar-benar terwujud. Yang ada hanyalah kesejahteraan di salah satu bidang tertentu saja. Padahal rakyat membutuhkan kesejahteraan di semua bidang kehidupan .

Kita dulu belajar bahwa hanya dengan demokrasi saja maka kesejahteraan benar-benar terwujud. Apabila kita lihat peta dunia sekarang ini maka akan kita lihat hampir semua negara di dunia menerapkan sistem demokrasi yang dianggap sebagai representasi rakyat. Namun sekali lagi kita akan melihat suatu paradoks di dalamnya. Selama ini demokrasi menjanjikan kehidupan yang sejahtera dan damai bagi setiap manusia dan lingkungannya tanpa terkecuali. Tapi dapat pula kita saksikan bagaimana negara-negara yang menganut sostem demokrasi ini sama-sama bermasalah dalam mensejahterakan rakyat mereka. Tak terkecuali Indonesia. Seakan dapat dilihat bahwa demokrasi tak seindah dan semanis janjin janji-janjinya.

Sistem Pendidikan Islam Menjawab Masalah Pendidikan di Indonesia


Dari berbagai fakta yang telah dijabarkan di atasa tampak jelas potret pendidikan Indonesia yang tengah terpuruk. Apabila kita lihat kembali akar masalahnya maka sistem sekulerisme dan materialisme disertai usaha kapitalisasi pendidikanlah yang menjadi pangkal utama terpuruknya pendidikan Indonesia.

Islam adalah dien yang sempurna telah menjawab segala macam permasalahan pendidikan sejak 14 abad yang silam. Oleh karena itu sebagai seorang muslim tentunya harus yakin akan sistem pendidikan yang berlandaskan Islam tentunya akan membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Berikut gambaran sistematika pendidikan dalam Islam :

1. Tujuan Pendidikan Islam

Tujuan pendidika Islam adalah dalam hal ini mempunyai upaya yang terstruktur dan terprogram dalam manjalankan sistem pendidikannya yang tidak lain bertujuan membentuk manusia yang :

1) Berkepribadian Islam

Tujuan ini merupakan konsekuensi keimanan seorang muslim, yakni seorang muslim harus bisa memegang tegus idenitasnya sebagai seorang muslim dalam seluruh aspek kehidupan. Yaitu mempunyai pola pikir (aqliyah) dan pola sikap (nafsiyah) yang berlandaskan Islam.

Ada tiga langkah yang pernah diterapkan Rasulullah SAW dalam membentuk pola pikir (aqliyah) dan pola sikap (nafsiyah) Islam yaitu:

a) Pertama, menanamkan aqidah Islam dengan metode yang tepat, yakni sesuai dengan kategori aqidah aqliyah (aqidah yang keyakinannya dicapai dengan melalui proses berfikir).

b) Kedua, mengajaknya untuk senantiasa menegakkan bangunan cara berfikir dan berprilaku berlandaskan pondasi Islam.

c) Ketiga, mengembangkan kepribadiannya dengan cara membakar semangatnya untuk bersungguh-sungguh dalam memperdalam tsaqofah Islam dan mengamalkannya di seluruh aspek kehidupan sebagai wujud ketakwaan terhadap Allah SWT.

2) Menguasai Tsaqofah Islam

Tujuannya yaitu tidak lain merupakan konsekuensi kemusliman seseorang. Islam mendorong setiap muslim untuk menjadi manusia yang penuh ilmu. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin membagi ilmu dalam dua kategori dilihat dari sisi kewajibannya yaitu :

a) Ilmu yang digolongkan sebagai fardlu a’in, yakni ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap individu muslim yaitu ilmu-ilmu tsaqofah Islam seperti : pemikiran Islam, ide dan hukum (fiqh) Islam, bahasa arab, Al-Qur’an dan Al Hadist, dsb

b) Ilmu yang digolongkan sebagai fardlu kifayah, yaitu ilmu yang wajib dipelajari oleh sebagian dari umat Islam seperti ilmu kedokteran, pertanian, teknik, matematika, dsb

3) Menguasai Ilmu Kehidupan (Iptek dan Keahlian)

Kewajiban untuk menguasai ilmu kehidupan seperti iptek dan keahlian sangat diperlukan agar umat Islam dapat mencapai kemajuan material sehingga dapat menjalankan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi. Sementara banyak dalam ayat al-Qur’an yang menyerukan untuk menggunakan akal untuk memikirkan segala penciptaan Allah SWT sehingga bisa didapat sains dan aplikasinya berupa teknologi. Dari situlah akan membuahkan tambahan keimanan kepada Allah SWT, terhadap semua penciptaan Allah SWT dan keagunganNya.

2. Unsur Pelaksana Pendidikan

Berdasarkan pengorganisasiannya, proses pendidikan bisa dibagi menjadi dua, yakni secara formal di sekolah dan secara non formal di luar sekolah atau lingkungan, yakni keluarga dan masyarakat.

a) Pendidikan di Sekolah

Pendidikan di sekolah pada dasarnya merupakan proses pendidikan yang diorganisasikan secara formal berdasrkan struktur hierarkis dan kronologis, dari jenjang taman kank-kanak hingga perguruan tinggi.

Berdasarkan sirah Rasulullah SAW , pendidikan formal dapat dideskripsikan sebagai berikut :

Ð Kurikulum pendidikan , mata akjaran dan metodologi pendidikan disusun berdasrkan pada aqidah Islam.

Ð Tujuan penyelenggaraan pendidikan Islam merupakan penjabaran dari tujuan pendidikan Islam yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

Ð Sejalan dengan tujuan pendidikannya , waktu belajar untuk ilmu-ilmu Islam (tsaqofah islam) diberikan denagn proporsi yang sesuai dengan pengajaran ilmu-ilmu kehidupan (iptek dan keahlian).

Ð Pelajaran ilmu-ilmu kehidupan (iptek dan keahlian) dibedakan dari pelajaran guna membentuk syakhsiyah Islamiyah dan tsaqofah islamiyah . Syakhsiyah islamiyah diberikan pada tingkat dasar sebagai materi pengenalan dan meningkat pada materi pembentukan dan peningkatan setelah usia anak didik menginjak baligh (dewasa). Tsaqofah Islamiyah dan pelajaran ilmu kehidupan diajarkan secara bertingkat dari mulai tingkat dasr hingga pendidikan tinggi.

Ð Bahasa Arab menjadi bahsa pengantar di seluruh jenjang pendidikan, baik negeri maupun swasta.

Ð Pendidikan diselenggarakan oleh negara secara gratis tau murah. Swasta bisa menyelenggarakan pendidikan asal visi, misi dan sistem pendidikan yang dikembangkan tidak keluar dari ajaran islam.

b) Pendidikan di Keluarga

Keluarga merupakan tempat pendidikan yang pertama dan utama. Pembinaan kepribadian, penguasaan dasar-dasar tsaqafah Islam dilakukan melalui pendidikan dan pengalaman hidup sehari-hari dan dipengaruhi oleh sumber belajar yang ada di keluarga, utamayan orang tua. Keluarga ideal berperan menjadi wadah pertama pembinaan kislaman dan sekaligus membentenginya dari pengaruh-pengaruh negatif yang bersal dari luar. Dalm dakwahpun sebelum kepada masyarakat luas, seorang muslim diperintahkan untuk berdakwah terlebih dulu kepada anggota keluarga dan kerabat dekatnya.

c) Pendidikan di Tengah Masyarakat

Dalam sistem Islam masyarakat merupakan slah satu elemen penting penyangga tegaknya sistem selain ketakwaan individu serta keberadaan negara sebagai pelaksana syariat Islam. Masyarakat berperan mengawasi anggota masyarakat lain dan penguasa dalam pelaksanaan syariat Islam. Masyarakat islam terbentuk dari individu-individu yang dipengaruhi oleh perasaan, pemikiran, dan perturan yang mengikat mereka sehingga mereka menjadi lebih solid.

Ketakwaan individu masyarakat disamping ditentukan oleh upaya pribadi, juga snagat dipengaruhi oleh interaksi dengan anggota masyarakat lain dan nilai-nilai yang berkembang di tangah masyrakat. Dalam masyarakat islam, seseorang yang berbuat maksiat tidak akan berani melakukan secara terang-terangan tau bahkan berani tidak berani melakukan sama sekali. Kalaupun ada yang tergoda untuk berbuat maksiat, ia akan terdorong segera bertobat atas kekhilafannya dan kembali kepada kebenaran.

3. Asas pendidikan

Islam mewajibkan setiap muslim untk memegang teguh ajaran Islam dan menjadikannya sebagai dasr dalam berfikir dan berbuat, asas dalam hubungan anatar sesama manusia, asas bagi aturan masyarakat dan asas dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, termasuk dalam menyusun sistem pendidikan. Penetapan aqidah Islam sebagai asas pendidikan tidaklah berarti bahwa setiap ilmu pengetahuan harus bersumber dari aqidah Islam, karena memang tidak semua ilmu lahir dari aqidah islam. Yang dimaksud dengan menjadikan aqidah islam sebagai asas atau dasar dari ilmu pengetahuan adalah dengan menjadikan aqidah islam sebagai standar penilaian. Dengan kata lain, aqidah islam difungsikan sebagai aqidah atau tolak ukur pemikiran dan perbuatan.

Pengikut