PEMILU KEMANA???
Tahun 2012 sudah didepan mata, maka terhitung dari tahun sekitar 2 tahun lagi maka pemilu presiden akan digelar di negeri ini. Maka dapat dilihat beberapa partai disepanjang tahun 2011 mulai bergeliat melakukan berbagai strategi politik untuk bisa memenangkan pemilu tahun 2014 nanti. Berbagai upaya salah satunya verifikasi menjadi peserta parpol diupayakan secara dini oleh para elit politik perpol. Bahkan diantara parpol peserta pemilu 2014 banyak yang merupakan partai baru seperti diantaranya Partai Nasional Demokrat (Partai Nasdem) serta Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) yang diusung mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani.Salah satu yang patut dicermati upaya yang dilakukan parpol-parpol untuk memenangkan pemilu adalah melakukan pendekatan media yang intensif. Diantaranya bergabungnyya bos-bos media ternama di negeri kedalam kepengurusan partai politik. Diantaranya Surya Paloh pemilik Media Group yang membawahi Metro TV, Media Indonesia, Lampung Post berkecimpung di Partai Nasdem. Selain itu juga ada Aburizal Bakrie pemilik Bakrie group, yang membawahi TV One, ANTV, Harian Suara Karya, vivanews.com berkecimpung di Partai Golkar . Kemudian menyusul Harry Tanoesoedibjo selaku pimpinan Media Nusantara Citra (MNC) Group yang memiliki RCTI, MNC TV, Global TV, Okezone.com, Harian Seputar Indonesia masuk ke dalam kepengurusan Partai Nasdem.
Beberapa kalangan menilai hal ini cukup berdampak pada kampanye partai yang bisa jadi mulai dilakukan melalui media-media yang dimiliki oleh para pengurus partai. Kita pun melihat upaya mempromosikan partai masing-masing sudah mulai terlihat. Selain itu ditahun 2009 lalu upaya penggunaan media dianggap lumayan efektif mengampayekan calaon presiden dan wakil presiden dari partai politik masing-masing. Para elit politik tak dapat dipungkiri mulai terus menyiapkan amunisi dan langkah-langkah agar bisa memenangkan pemilu 2014 mendatang. Padahal ditahun-tahun ini masih banyak permasalahan rakyat yang belum terselesaikan.
Ditahun 2011 saja tingkat pengangguran semakin meningkat. Berdasarkan data BPS tahun 2011 terdapat 8,12 juta orang mengganggur. Sementara data Kadin justru ada tambahan 1,3 juta penggangguran tiap tahun. Angka kemiskinan juga semakin meningkat, berdasarkan data BPS tahun 2011 ada 30 juta orang miskin dengan standar kemiskinan yaitu pengeluarannya kurang dari Rp 230.000 / bulan . Kasus korupsi pun menjadi bumbu hangat di tahun 2011. Masih hangat dengan kasus Nazarudin kemudian disusul dengan kasus yang melibatkan Nunun Nurbaeti serta permasalahan lainnya. Masalah tersebut sejatinya belum menemui penyelesaiannya. Sekarang elit politik malah lebih sibuk memikirkan posisinya di tahun 2014 sehingga berbagai kebijakan seakan mengarah kepada pemilu 2014.
Salah satunya adalah penyelasaian UU BPJS yang baru akan benar-benar terealisasi ditahun 2014. Tentu hal ini cukup membingungkan mengapa baru terealisasi di tahun yang sama saat pemilu akan berlangsung. Walaupun pemerintah beralasan butuh persiapan untuk merelealisasikannya tetapi adanya permainan kepentingan tertentu sudah mulai terlihat. Hal ini lah yang menunjukkan bahwa kebanyakan kepentingan rakyat seakan di kebiri kepentingan pihak tertentu. Belum lagi apabila pada urusan kampanye melibatkan dana-dana tidak jelas khususnya dana asing. Tentu akan sangat berdampak apabila mereka berkuasa seperti halnya sekarang dimana banyak kepentingan asing yang dilegalkan dan di nomor satukan sedangkan kpentingan rakyat dinomor duakan. Hal ini terlihat bagaimana kasus Freeport terus terulang.
Tentu kita tidak bisa berharap perubahan hanya dari pemilu, karena yang terjadi pada setiap pemilu hanyalah terjadi pergantian person bukan melakukan pergantian sebenarnya. Keadaan negeri ini yang terus terpuruk tidak saja disebabkan sosok pemimpinnya atau person di dalamnya tetapi juga karena sistem kehidupan yang cenderung hedonis dan kapitalistik sekuler membuat mereka menjadikan kekuasaan dan materi sebagai yang utama. Sehingga perubahan sesungguhnya tidak hanya dari sisi person tetapi juga harus merambah ke sisi sistem kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar