Jumat, 01 Juli 2011

Opini Islam

Tki ku yang malang

Miris dan prihatin mendengar berbagai berita terkait nasib TKI ataupun TKW yang bekerja di luar negeri. Belum masyarakat di negeri ini tengah digemparkan dengan berita malangnya nasib TKW yaitu Dasem yang terancam hukuman pancung atau denda sebesar Rp 4,7 miliar untuk mendapat kebebasan dari hukuman pancung tersebut. Sekarang ranah publik masyarakat kembali geger dengan adanya berita TKW Ruyati yang mendapat hukuman pancung karena telah mengaku membunuh majikannya. Tidak hanya Ruyati dan Dasem yang mengalami keadaan menyedihkan seperti ini.

Belakangan terkuak bahwa banyak TKI yang harus mengalami nasib yang sama yaitu mendapatkan hukuman mati di berbagai negara. Sehingga dengan cepat pemerintah membentuk Satgas TKI. Namun begitu banyak hal yang perlu dicermati atas berbagai nasib tragis yang dialami para TKI di luar negeri. Tidak hanya sekedar melontarkan opini bahwa pemberian hukuman mati melanggar kemanusiaan namun perlu sekali melihat akar permasalahan yang seharusnya dicermati.

Tak dapat dipungkiri bahwa motivasi terbesar memilih menjadi TKI di luar negeri adalah untuk memenuhi biaya hidup yang kian melangit. Kesejahteraan yang begitu jauh dirasakan memang membebani kehidupan sehari-hari. Lapangan kerja di dalam negeri yang kurang mencukupi membuat pilihan mencari pekerjaan di luar negeri menjadi pilihan. Dengan iming-iming gaji yang lumayan besar maka tidak heran tawaran menjadi TKI adalah tawaran yang cukup mengiurkan. Kemiskinan yang terus meningkat serta ketidaksediaan lapangan kerja di dalam negeri menjadi salah satu hal yang memicu maraknya TKI. Kita dapat membayangkan apabila kemiskinan di negeri ini diatasi serta tersedia lapangan kerja yang cukup maka keinginan masyarakat yang ingin menjadi TKI kemungkinan menurun. Oleh karena itu episode Ruyati bisa kembali terulang apabila kemiskinan belum benar-benar diatasi di negeri ini.

Menyoal hukuman mati maka perkara hukuman mati merupakan perkara yang masih debatable. Sementara masyarakat kita pun sebenarnya masih ambigu mengenai hal tersebut. Dari sisi apa yang dialami Ruyati maka masyarakat kita kebanyakan tidak setuju dengan adanya hukuman mati tersebut. Namu kita juga tak dapat memungkiri rakyat negeri ini pun menginginkan hukuman mati bagi para koruptor karena dianggap begitu menyengsarakan rakyat. Demikian pula, jika ditanya apakah setuju dengan hukuman mati pada terpidana Bom Bali, yakni Imam Samudra, Amrozi dan Ali Imron? Mereka tidak akan menolak. Juga, layakkah pembunuh sadis seperti jagal Jombang Ryan, atau Ahmad Suradji alias Dukun AS, atau Sumiarsih yang membantai satu keluarga, dihukum mati? Tentu, sebagian besar masyarakat menganggukkan kepala.

Itulah fakta, mengapa hukuman mati diperlukan. Selain sebagai bentuk hukuman setimpal atas kejahatan luar biasa yang dilakukannya, sejatinya hukuman mati sangat manusiawi karena membela korban semaksimal mungkin. Bukankah nyawa korban yang begitu mudah dihilangkan para pembunuh itu sangat berharga?. Sangat tidak proporsional jika hukuman mati digeneralisir sebagai bentuk kekejian. Justru, ada saatnya hukuman mati wajib ditegakkan. Pemelintiran soal hukuman mati ini, tak lebih sebagai bentuk islamophobia, yakni ketakutan berlebihan terhadap Islam. Terlebih semangat mendirikan negara Islam, senantiasa terkait dengan upaya penegakan hukum qishos, yang selama ini memang tidak bisa ditegakkan tanpa institusi negara Islam.

Senin, 30 Mei 2011

Ada apa dengan indonesia???

M. Nazaruddin menjadi sorotan publik Indonesia akhir-akhir ini. Kasus suap wisma altet mencuatkan nama dirinya sebagai orang yang paling terlibat skandal ini. Selain itu skandal ini dihubungkan-hubungkan dengan aliran dana yang mengalir ke partai demokrat.Ditambah saat ini Nazaruddin dikabarkan berada di Singapura walaupun belum terjadi pemeriksaan hukum terhadap dirinya. Kasus Nazaruddin seakan menambah panjang kasus korupsi yang terus muncul kepermukaan negeri ini.

Sebelumnya dalam ingatan kita belum hilang munculnya Gayus Tambunan yang menggelapkan uang pajak. Bahkan kasus ini terus berkembang hingga diketahui Gayus bisa plesiran ke Bali bahkan ke Macau sedangkan saat itu Gayus tengah berada dalam penahanan. Hingga kini kasus Gayus belum menemui titik terangnya. Kasus serupa yang menggegerkan rakyat di negeri ini tidak lain adalah kasus Bank Century. Walaupun , Robert Tantular yang dinilai sebagai orang yang paling bertanggung jawab akan permasalahan ini telah mendapat vonis dari pengadilan, namun hal itu belum memberikan kepuasan akan tuntasnya kasus Bank Century.

Sejumlah nama yang disinyalir terkait dengan kasus ini belum mendapat pemeriksaan hukum secara pasti. Berbagai kasus yang muncul di negeri ini seakan datang silih berganti. Belum habis dan tuntas masalah kasus Bank Century, tiba-tiba muncul kasus Gayus Tambunan hingga opini dan perhatian publik menjadi terpecah dan teralihkan. Awalnya perhatian publik tearah pada penuntasan kasus Bank Century kemudian dengan cepat perhatian berubah kepada kasus Gayus Tambunan. Padahal kasus Bank Century hingga kini belum menemukan titik penyelesaiannya.

Hal yang sama terjadi pada kasus Gayus Tambunan. Kasus ini tiba-tiba saja menghilang seiring munculnya kasus baru, sedangkan saat ini penyelesaian kasus Gayus belum juga menemukan hasil. Berbagai kasus muncul di negeri ini seakan salin tumpang tindih namun tak satu pun menghasilkan penuntasan kasus tersebut. Kasus yang muncul pun beragam baik kasus korupsi, politik, ekonomi dll.

Tentu saja hal ini menunjukkan betapa carut marutnya keadaan negeri ini. Berbagai kasus yang muncul juga menunjukkan betapa upaya penuntasan berbagai kasus yang terjadi tidak dengan profesional. Kasus yang timbul tumpah tindih seperti ini seakan menunjukkan adanya upaya pengalihan isu maupun opini sehingga berbagai kasus yang muncul tidak diketahui penuntasannya.

Keadaan ini tentu bukanlah hal yang ideal di suatu negara. Hal ini tidak lain dikarenakan adanya berbagai kepentingan kelompok maupun individu yang muncul dipermukaan. Hingga penuntasan berbagai kasus tidak pernah berjalan dengan baik, karena dipengaruhi berbagai kepentingan segolongan pihak.

Keadaaan ini yang menunjukkan kegagalan upaya dari pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan umat. Kegagalan ini tidak lain disebabkan karena sistem di negeri ini adalah sistem yang berpihak hanya pada segolongan orang maupun individu. Sistem sekulerisme-kapitalisme yang bercokol di negeri ini telah membuat berbagai kepentingan hanya berpihak pada sebagian orang saja.

Sistem Islam menjawab problematika umat.

Telah sangat nampak berbagai upaya yang diselesaikan di negeri tidaklah menemui titik temu. Bercokolnya sistem sekuler-kapitalisme menjadi sumber masalah utama. Sistem Islam memberikan jawaban upaya pencegahan berbagai permasalahan umat. Sistem sanksi dalam Islam dengan tegas mengatur berbagai penuntasan kasus kriminal. Sistem Ekonomi Islam menjamin kesejahteraan. Islam memberikan solusi tuntasdi setiap permasalahan. Hanya dengan kembali pada Islam lah berbagai permasalahan umat akan terpecahkan.

Senin, 02 Mei 2011

Buruh Dalam Dilema

Menjelang tanggal 1 Mei maka tidak akan lepas dari peringatan Hari Buruh Sedunia. Menapak tilas akan hari ini , yang akan tergambar dalam benak kita adalah berbagai hal terkait para buruh. Mulai dilihat dari kesejahteraan hingga berbagai masalah yang terus menimpa kaum buruh. Tak dapat dipungkiri dengan keadaan ekonomi sekarang , kesejahteraan buruh kian menurun. Padahal sejatinya peranan para buruh dalam sektor pembangunan terutama perekonomian dan sektor lain sangatlah vital.

Namun, setiap tahun peringatan hari buruh maka akan kita dapati pula setiap tahun tuntutan perbaikan kesejahteraan terus di dengungkan. Salah satunya berupa aksi peringatan hari buruh tahun 2010 lalu. Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, ribuan pengunjuk rasa melakukan unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Dari Bundaran HI, mereka kemudian bergerak ke depan Istana Negara. Mereka menuntut akan jaminan sosial bagi buruh. Kalangan buruh menganggap penerapan jaminan sosial saat ini masih diskriminatif, terbatas, dan berorientasi keuntungan.

Berdasarkan sejarah peringatan hari buruh sendiri maka sangat identik dengan berbagai pandangan kaum buruh terhadap berbagai permasalahan yang menghimpit hidup mereka. May Day sebutan lain hari buruh lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.

Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi di tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.

Perjuangan kaum buruh sesungguhnya menjadi sesuatu yang bisa dipahami ditengah berbagai himpitan ekonomi dan permasalahan bangsa , kesejahteraan masyrakat banyak yang terabaikan. Berkembangnya sistem ekonomi kapitalisme hingga neoliberalisme hingga abad 21 semakin menambah kesulitan yang dialami kaum buruh. Seperti halnya yang terjadi di abad 19 silam dimana sistem kapitalisme baru muncul dan berkembang telah menimbulkan berbagai masalah bagi kaum buruh. Seperti perlakuan diskriminatif, upah yang tidak sesuai, taraf hidup yang tidak memadai, dll.

Sistem kapitalisme yang berlandaskan pada kebebasan dan diterapkan hampir di semua negara di dunia, telah membuat berbagai polemik ekonomi dan permasalahannya merambah di semua bidang. Distribusi kekayaan tidak merata, berbagai perusahaan asing menguasai sumber daya alam, fungsi sektor riil digantikan sektor non riil. Hal ini telah menyebabkan kesejahteraan rakyat termasuk kaum buruh tidak dapat terpenuhi.

Hingga saat ini tingkat kemiskinan bahkan pengangguran terus meningkat, ditambah kesejahteraan buruh terus menurun di tengah himpitan ekonomi. Hal ini tidak lain disebabkan terus bercokolnya sistem kapitalisme-sekulerisme di semua lini kehidupan baik sektor ekonomi, politik, budaya dll. Dan menjadikan setiap lini kehidupan hanya berasaskan manfaat saja tanpa mempertimbangkan berbagai perkara lainnya.

Islam telah memberikan jawaban melalui syariat Islam terkait setiap permasalahan kehidupan. Tidak terkecuali permasalahan kaum buruh. Kesejahteraan setiap individu di atur dan diberikan jaminan oleh Islam. Sistem ekonomi islam mengatur pemerataan distribusi kekayaan dan pengelolaan keuangan negara. Sehingga setiap individu akan merasakan kesejahteraan tanpa terkecuali. Islam telah memberikan naungan kesejahteraan bagi setiap umat tidak terkecuali non muslim. Selama 13 abad ketika islam direpakan secara sempurna dalam naungan Khilafah Islamiyah telah memberikan bukti bagaimana luar biasanya islam memberikan pengayoman pada setiap umat.

Hingga saatnyalah sistem kehidupan kita berubah menjadi sistem yang benar sesuai aturan Allah SWT yang merupakan pencipta kita. Dan sangat mengetahui apa yang dibutuhkan oleh umatNya.

Kamis, 24 Maret 2011

Menyoroti Dampak Perubahan Alam Di dunia

Oleh: Naifa Alfath

Akhir-akhir ini suasana dunia tengah tertuju pada musibah gempa dan tsunami yang melanda Jepang pada 11 maret 2011 lalu. Dampak yang dirasakan merambah hingga meledaknya reaktor nuklir di Fukushima dan mengancam terjadinya radiasi nuklir yang berbahaya. Sebelumnya telah tercatat terjadi beberapa gempa bumi dan disusul tsunami dahsyat yang menimbulkan korban jiwa. Salah satunya pernah terjadi di tahun 1960 yaitu terjadi di negara Chili dengan kekuatan gempa 9, 5 skala richter, gempa bumi di Alaska pada tahun 1964 dengan kekuatan 9,2 skala richter, gempa bumi yang melanda lepas pantai barat Sumatra di tahun 2004 dengan kekuatan 9,0 skala richter dan merenggut sekitar 220.000 jiwa.

Keadaan gempa yang terus terjadi selain disebabkan berbagai hal diantaranya pergeseran lempengan bumi tidak dapat dipungkiri bahwa umur bumi sudah semakin tua . Sehingga terjadi berbagai perubahan. Perubahan keadaan dunia juga dapat dilihat dari perubahan iklim yang cukup ekstrim diantaranya pemanasan global. Pemanasan global adalah atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi.

Penyebab pemanasan global diantaranya adalah efek rumah kaca, berbagai gas buangan seperti CO2 . Sebagian panas matahari terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Menumpuknya berbagai gas buangan tidak dapat dipungkiri diakibatkan semakin banyaknya pengkonsumsian kendaraan bermotor berbahan bakar fosil serta munculnya pabrik-pabrik berdiri di dunia dan menghasilkan gas buangan.

Dampak pemanasan global diantaranya adalah iklim yang mulai tidak stabil, peningkatan permukaan air laut, suhu global cenderung meningkat, gangguan ekologis dll. Sumbangan sektor industri terhadap emisi gas rumah kaca mencapai 19,4%. Sebagian besar sumbangan sektor industri ini berasal dari penggunaan bahan bakar fosil untuk menghasilkan listrik atau dari produksi C02 secara langsung sebagai bagian dari pemrosesannya, misalnya saja dalam produksi semen. Hampir semua emisi gas rumah kaca dari sektor ini berasal dari industri besi, baja, kimia, pupuk, semen, kaca dan keramik, serta kertas.

Sektor industri memang mempunyai andil dalam munculnya efek pemanasan global. Terlebih sektor industri ada hampir diseluruh dunia. Dimana berbagai perusahaan terus mengeruk isi bumi untuk melaksanakan proses industri. Dampaknya juga dapat terjadi pada berbagai bencana alam yang melanda bumi salah satunya bencana banjir bandang di Pidie, NAD di akibatkan pembalakan liar.

Ulah tangan manusia yang terus menerus menghabiskan isi bumi tanpa memikirkan dampak di masa datang telah banyak merugikan manusia. Berbagai perusahaan terus mengambil keuntungan materi semata. Hal ini disebabkan ideologi kapitalisme yang terus bercokol di dunia ini. Cara pandang kapitalisme yang mengejar keuntungan materi semata tanpa memikirkan dampak kedepan telah merugikan umat manusia. Keadaan bumi yang sudah semakin renta ditambah berbagai ulah manusia yang merusak lingkungan yang menyebabkan berbagai masalah yang terjadi di dunia.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (TQS. Ar-rum :41)

Bercokolnya asas manfaat dan ideologi kapitalisme di setiap bidang yang menjadi akar permasalahannya. Sesungguhnya islam sebagai agama dan ideologi yang sempurna telah memberikan rambu-rambu yaitu Al-Qur’an dan assunah sebagai panduan hidup manusia dan tertuang dalam syariat Islam. Islam mengatur bahwa, penghargaan (pahala) dan hukuman (dosa) diformulasikan dengan baik dalam mengatur tingkah laku pemeluknya termasuk dalam hal pengelolaan lingkungan. Muslim yang menjaga lingkungan dan berlaku baik terhadap semua makhluk hidup akan mendapatkan ganjaran berupa pahala yang besar. Sebaliknya, mereka yang merusak lingkungan dan berlaku jahat terhadap makhluk hidup lainnya akan mendapat hukuman berupa dosa. Bentuk penghargaan dan hukuman tersebut dapat dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dituangkan dalam kebijakan dan peraturan-peraturan dalam masyarakat secara mandiri ataupun melalui campur tangan pemerintah. Sehingga peranan negara sangat penting dalam menuntaskan permasalahan ini. Hal ini telah terbukti ketika islam memimpin dunia dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah selama 14 abad lamanya.

Konferensi Rajab yang dilaksanakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia di bulan juli menyoroti berbagai permasalahan umat yang membutuhkan penyelesaian tuntas yaitu tidak lain kembali pada Islam dalam naungan syariah dan Daulah Khilafah Islamiyah. Salah satunya keadaan dunia yang terus terpuruk di masa kapitalisme sudah seharusnya berubah kembali menjadi tatanan dunia yang dikehendaki sang Pencipta melalui syariatNya.

Pengikut