Senin, 02 Mei 2011

Buruh Dalam Dilema

Menjelang tanggal 1 Mei maka tidak akan lepas dari peringatan Hari Buruh Sedunia. Menapak tilas akan hari ini , yang akan tergambar dalam benak kita adalah berbagai hal terkait para buruh. Mulai dilihat dari kesejahteraan hingga berbagai masalah yang terus menimpa kaum buruh. Tak dapat dipungkiri dengan keadaan ekonomi sekarang , kesejahteraan buruh kian menurun. Padahal sejatinya peranan para buruh dalam sektor pembangunan terutama perekonomian dan sektor lain sangatlah vital.

Namun, setiap tahun peringatan hari buruh maka akan kita dapati pula setiap tahun tuntutan perbaikan kesejahteraan terus di dengungkan. Salah satunya berupa aksi peringatan hari buruh tahun 2010 lalu. Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, ribuan pengunjuk rasa melakukan unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Dari Bundaran HI, mereka kemudian bergerak ke depan Istana Negara. Mereka menuntut akan jaminan sosial bagi buruh. Kalangan buruh menganggap penerapan jaminan sosial saat ini masih diskriminatif, terbatas, dan berorientasi keuntungan.

Berdasarkan sejarah peringatan hari buruh sendiri maka sangat identik dengan berbagai pandangan kaum buruh terhadap berbagai permasalahan yang menghimpit hidup mereka. May Day sebutan lain hari buruh lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.

Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi di tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.

Perjuangan kaum buruh sesungguhnya menjadi sesuatu yang bisa dipahami ditengah berbagai himpitan ekonomi dan permasalahan bangsa , kesejahteraan masyrakat banyak yang terabaikan. Berkembangnya sistem ekonomi kapitalisme hingga neoliberalisme hingga abad 21 semakin menambah kesulitan yang dialami kaum buruh. Seperti halnya yang terjadi di abad 19 silam dimana sistem kapitalisme baru muncul dan berkembang telah menimbulkan berbagai masalah bagi kaum buruh. Seperti perlakuan diskriminatif, upah yang tidak sesuai, taraf hidup yang tidak memadai, dll.

Sistem kapitalisme yang berlandaskan pada kebebasan dan diterapkan hampir di semua negara di dunia, telah membuat berbagai polemik ekonomi dan permasalahannya merambah di semua bidang. Distribusi kekayaan tidak merata, berbagai perusahaan asing menguasai sumber daya alam, fungsi sektor riil digantikan sektor non riil. Hal ini telah menyebabkan kesejahteraan rakyat termasuk kaum buruh tidak dapat terpenuhi.

Hingga saat ini tingkat kemiskinan bahkan pengangguran terus meningkat, ditambah kesejahteraan buruh terus menurun di tengah himpitan ekonomi. Hal ini tidak lain disebabkan terus bercokolnya sistem kapitalisme-sekulerisme di semua lini kehidupan baik sektor ekonomi, politik, budaya dll. Dan menjadikan setiap lini kehidupan hanya berasaskan manfaat saja tanpa mempertimbangkan berbagai perkara lainnya.

Islam telah memberikan jawaban melalui syariat Islam terkait setiap permasalahan kehidupan. Tidak terkecuali permasalahan kaum buruh. Kesejahteraan setiap individu di atur dan diberikan jaminan oleh Islam. Sistem ekonomi islam mengatur pemerataan distribusi kekayaan dan pengelolaan keuangan negara. Sehingga setiap individu akan merasakan kesejahteraan tanpa terkecuali. Islam telah memberikan naungan kesejahteraan bagi setiap umat tidak terkecuali non muslim. Selama 13 abad ketika islam direpakan secara sempurna dalam naungan Khilafah Islamiyah telah memberikan bukti bagaimana luar biasanya islam memberikan pengayoman pada setiap umat.

Hingga saatnyalah sistem kehidupan kita berubah menjadi sistem yang benar sesuai aturan Allah SWT yang merupakan pencipta kita. Dan sangat mengetahui apa yang dibutuhkan oleh umatNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut