
Inilah proyek fantastis DPR!!!. Tahun 2012 baru seumur jagung namun berbagai agenda mencengangkan sudah diancang-ancang pemerintah.
2. Renovasi Ruangan 20 M
3. Renovasi Istana 80 M
4. Gedung Dewan 1,6 T
5. Toilet Dewan 2 M
6. Pengharum Ruangan DPR 1,45 M
7. Proyek Mesin Fotokopi, Camry dan Lap. Futsal Dewan 6,5 M
8. Kunjungan kerja per orang (7x) 15 Juta
9. Relokasi Anggaran dewan 247M
10. Kegiatan Pemberitaan Dewan 5,9 M
(dari berbagai sumber)
Anehnya Ketua DPR , Marzuki Ali menyatakan tidak diberi tahu Sekjen mengenai proyek fantastis ini. Namun Sekjen malah berkilah bahwa dirinya tidak dilibatkan Badan Anggaran dalam memutuskan proyek fantastis ini. Di sisi lain Badan Anggaran pun menyatakan tidak mungkin merumuskan suatu proyek tanpa melibatkan Sekjen dan sepengetahuan Ketua DPR. Hal ini semakin memperlihatkan
Sungguh ironi dimana saat pemerintah tengah menganggarkan proyek-proyek tersebut saat yang sama terdengar kabar adanya sekolah yang runtuh karena tidak layak pakai. Bisa dibayangkan jika anggaran di atas lebih di utamakan untuk pembangunan sekolah, jalan atau pun berbagai sarana dan prasarana bagi rakyat. Atau di alokasikan untuk mengentaskan kemiskinan tentu akan lebih bisa dirasakan manfaatnya
Hal ini mengingatkan penulis tentang sosok Khalifah Umar bin Khattab. Dalam satu riwayat Qatadah berkata, ”Pada suatu hari Umar bin Khattab memakai jubah yang terbuat dari bulu domba yang sebagiannnya dipenuhi dengan tambalan dari kulit, padahal waktu itu beliau adalah seorang khalifah, sambil memikul jagung ia lantas berjalan mendatangi pasar untuk menjamu orang-orang.” Abdullah, puteranya berkata, ”Umar bin Khattab berkata, ”Seandainya ada anak kambing yang mati di tepian sungai Eufrat, maka umar merasa takut diminta pertanggung jawaban oleh Allah SWT.”
Beliaulah yang lebih dahulu lapar dan yang paling terakhir kenyang, Beliau berjanji tidak akan makan minyak samin dan daging hingga seluruh kaum muslimin kenyang memakannya…
Tidak diragukan lagi, khalifah Umar bin Khattab adalah seorang pemimpin yang arif, bijaksana dan adil dalam mengendalikan roda pemerintahan. Bahkan ia rela keluarganya hidup dalam serba kekurangan demi menjaga kepercayaan masyarakat kepadanya tentang pengelolaan kekayaan negara. Bahkan Umar bin Khattab sering terlambat salat Jum'at hanya menunggu bajunya kering, karena dia hanya mempunyai dua baju.
Sungguh sangat bertolak belakang dengan potret pemimpin dan pemerintah kita saat ini. Para elit politik sudah begitu teracuni sikap hedonis. Budaya sekulerisme dan kapitalisme menjadi suatu hal yang biasa di senayan sana. Hanya kembali pada aturan Allah sajalah maka sosok pemimpin seperti Khalifah Umar akan hadir kembali.