M. Nazaruddin menjadi sorotan publik Indonesia akhir-akhir ini. Kasus suap wisma altet mencuatkan nama dirinya sebagai orang yang paling terlibat skandal ini. Selain itu skandal ini dihubungkan-hubungkan dengan aliran dana yang mengalir ke partai demokrat.Ditambah saat ini Nazaruddin dikabarkan berada di Singapura walaupun belum terjadi pemeriksaan hukum terhadap dirinya. Kasus Nazaruddin seakan menambah panjang kasus korupsi yang terus muncul kepermukaan negeri ini.
Sebelumnya dalam ingatan kita belum hilang munculnya Gayus Tambunan yang menggelapkan uang pajak. Bahkan kasus ini terus berkembang hingga diketahui Gayus bisa plesiran ke Bali bahkan ke Macau sedangkan saat itu Gayus tengah berada dalam penahanan. Hingga kini kasus Gayus belum menemui titik terangnya. Kasus serupa yang menggegerkan rakyat di negeri ini tidak lain adalah kasus Bank Century. Walaupun , Robert Tantular yang dinilai sebagai orang yang paling bertanggung jawab akan permasalahan ini telah mendapat vonis dari pengadilan, namun hal itu belum memberikan kepuasan akan tuntasnya kasus Bank Century.
Sejumlah nama yang disinyalir terkait dengan kasus ini belum mendapat pemeriksaan hukum secara pasti. Berbagai kasus yang muncul di negeri ini seakan datang silih berganti. Belum habis dan tuntas masalah kasus Bank Century, tiba-tiba muncul kasus Gayus Tambunan hingga opini dan perhatian publik menjadi terpecah dan teralihkan. Awalnya perhatian publik tearah pada penuntasan kasus Bank Century kemudian dengan cepat perhatian berubah kepada kasus Gayus Tambunan. Padahal kasus Bank Century hingga kini belum menemukan titik penyelesaiannya.
Hal yang sama terjadi pada kasus Gayus Tambunan. Kasus ini tiba-tiba saja menghilang seiring munculnya kasus baru, sedangkan saat ini penyelesaian kasus Gayus belum juga menemukan hasil. Berbagai kasus muncul di negeri ini seakan salin tumpang tindih namun tak satu pun menghasilkan penuntasan kasus tersebut. Kasus yang muncul pun beragam baik kasus korupsi, politik, ekonomi dll.
Tentu saja hal ini menunjukkan betapa carut marutnya keadaan negeri ini. Berbagai kasus yang muncul juga menunjukkan betapa upaya penuntasan berbagai kasus yang terjadi tidak dengan profesional. Kasus yang timbul tumpah tindih seperti ini seakan menunjukkan adanya upaya pengalihan isu maupun opini sehingga berbagai kasus yang muncul tidak diketahui penuntasannya.
Keadaan ini tentu bukanlah hal yang ideal di suatu negara. Hal ini tidak lain dikarenakan adanya berbagai kepentingan kelompok maupun individu yang muncul dipermukaan. Hingga penuntasan berbagai kasus tidak pernah berjalan dengan baik, karena dipengaruhi berbagai kepentingan segolongan pihak.
Keadaaan ini yang menunjukkan kegagalan upaya dari pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan umat. Kegagalan ini tidak lain disebabkan karena sistem di negeri ini adalah sistem yang berpihak hanya pada segolongan orang maupun individu. Sistem sekulerisme-kapitalisme yang bercokol di negeri ini telah membuat berbagai kepentingan hanya berpihak pada sebagian orang saja.
Sistem Islam menjawab problematika umat.
Telah sangat nampak berbagai upaya yang diselesaikan di negeri tidaklah menemui titik temu. Bercokolnya sistem sekuler-kapitalisme menjadi sumber masalah utama. Sistem Islam memberikan jawaban upaya pencegahan berbagai permasalahan umat. Sistem sanksi dalam Islam dengan tegas mengatur berbagai penuntasan kasus kriminal. Sistem Ekonomi Islam menjamin kesejahteraan. Islam memberikan solusi tuntasdi setiap permasalahan. Hanya dengan kembali pada Islam lah berbagai permasalahan umat akan terpecahkan.